Sumberberita6 - Yasir (25), salah satu terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Anti Teror di Solo, kemarin, sempat pergi ke Malaysia. Warga Kampung Losari RT 04 RW 02, Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon tersebut berangkat ke Malaysia dengan mengajak kedua anak serta istrinya, Asna.
Selain keluarganya, polisi juga menengarai Nur Solihin, terduga teroris yang ditangkap di Bekasi beberapa waktu lalu juga ikut ke Negeri Jiran bersama Yasir.
"Diduga kuat terduga teroris bom 'rice cooker' Nur Solihin ikut ke Malaysia bersama dengan keluarga Yasir. Ini diketahui dari pemeriksaan rumah Nur Solihin di Griyan RT 08 RW 10, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo pada lalu. Keterkaitan antara Nur Solikin dan Yasir, mereka merupakan anak buah dari Bahrun Naim pelaku aksi teror di Mapolresta Solo," ujar Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi,
Lebih lanjut Agus menerangkan, kepergian Yasir ke Malaysia terungkap setelah polisi menemukan 4 paspor dalam penggeledahan di rumahnya. Dalam dokumen paspor tersebut menunjukkan bahwa Yasir pergi ke Malaysia sekitar dua bulan lalu.
"Sesuai dokumen dalam paspor yang kita periksa, keberangkatan mereka dalam rangka tour, sekitar dua bulan lalu. Ia berangkat bersama anak dan istrinya," katanya.
Namun untuk penanganan lebih lanjut, sepenuhnya berada di tangan Densus 88. Polresta Solo, lanjut dia, hanya sebatas membantu Densus 88 dalam pengamanan dan proses penggeledahan rumah terduga teroris guna mencari barang bukti.
Ia menambahkan, saat ini seluruh barang bukti telah dikirim ke Mabes Polri untuk penanganan lebih lanjut. Termasuk dua jeriken berukuran lima literan berisi cairan kimia berwarna bening, paku seberat sepuluh kilogram, handphone bekas dan paralon yang diduga akan digunakan untuk merakit bom.


0 komentar :
Posting Komentar