
Sumberberita6 - Seorang gadis yang masih berusia di bawah 17 tahun, berinisial S digilir enam orang pemuda yang di antaranya juga masih di bawah umur. Peristiwa yang pedih dialami S.
Sayangnya, korban baru melaporkan peristiwa setelah mengalami depresi pasca peristiwa itu. Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel) AKP Alexander Yurikho mengatakan, korban awalnya dipepet dua orang pelaku, yakni AD seorang sopir angkot dan CH kernetnya.
"Sopirnya berinisial AD, dia masih di bawah umur," ujar Alex,
Ketika itu, sekitar pukul 01.00 WIB malam, korban sepulang main dari tempat temannya sedang berjalan di Bencongan, Kabupaten Tangerang. AD sang pengemudi angkot R11 menyapa-nya.
Kemudian, S yang memang merasa searah dengan rute angkot tersebut yakni Perumnas-Cikokol pun akhirnya menurut saja. Tetapi S justru dibawa ke tempat indekos yang ada di Jalan Sabi Raya, Kelurahan Bencongan.
"Di sana korban dipaksa masuk ke dalam kamar mandi dan digilir enam orang. Ada yang memegangi tangan korban, ada yang mencumbui, ada yang melakukan persetubuhan," ujar Alex.
Sebelum melakukan pemerkosaan, pelaku AD meminta korban untuk mandi. Setelah itu, korban diperlakukan tidak senonoh.
"Mandi kamu! Kemudian korban diperlakukan tidak manusiawi. Ada yang mencabulinya, ada yang menyetubuhinya," kata dia.
Korban lalu ditinggal dipinggir jalan setelah sebelumnya sempat diantar keluar dari tempat indekos. Awal pengungkapan kasus tersebut, karena korban yang mengalami guncangan emosi melaporkannya ke Polres Kota Tangsel.
Guna memastikan laporan korban, pihak Polres Kota Tangsel menghubungi keluarga korban. "Dia lapor baru hari Minggu kemarin. Kami langsung bergerak dan menangkap empat orang dari enam orang pelaku," tuturnya.
Menurut Alex, korban masih duduk dibangku SMA. Para pelaku melakukan kejahatan tersebut dengan sadar, tanpa dorongan dari narkoba maupun minuman keras.
"Pelaku melakukan itu murni karena dorongan seksual," terangnya.
Adapun barang bukti yang diamankan petugas Polres Kota Tangsel yakni angkot R11. Baju tersangka dan baju korban.
Sementara itu, AD seorang sopir angkot yang menjadi tersangka dalam kasus pemerkosaan kepada seorang gadis di bawah umur menyatakan rasa bersalahnya setelah ditangkap petugas Polres Kota Tangsel. "Saya menyesal, saya tidak ada niat sama sekali. Saya tidak terpengaruh film porno," ujar AD di Mapolres Kota Tangsel.
Dia mengatakan, dirinya bertemu dengan S di Lampu Merah Plaza Shinta, Cimone, Kota Tangerang. Dia melihat ada wanita tengah malam berdiri di pinggir jalan. Setelah itu dia bersama seorang kernetnya menggodanya.
"Sampai dia akhirnya mau naik angkot. Setelah itu saya bawa ke tempat indekos, di sana pas saya masuk sudah ada dua teman saya enggak pakai baju. Saya cuma pegang tangannya saja," ujar AD.
Menurut AD, lima orang temannya juga tidak seluruhnya melakukan pemerkosaan. "Hanya Toni, Dedi dan Rio. Saya enggak," terangnya.
Dia mengaku tak melindungi gadis tersebut karena ketika itu ia sedang tertidur. Dia juga membantah jika dirinya sering menonton film dewasa.
"Saya belum pernah kenal dengan cewek itu, saya juga enggak suka nonton film porno,"

0 komentar :
Posting Komentar