Sumberberita6 - Emosi Anton Sijabat alias Ocop (25), meluap gara-gara tak diberi uang harus dibayar mahal. Warga Jalan KL Yos Sudarso, Medan, ini pun menjadi pembunuh teman sendiri.
Anton membunuh temannya bernama Redi (31), warga Jalan Tanah Enam Ratus, Marelan pada 9 Desember 2016 lalu. Pembunuhan terjadi di sekitar Pasar Pulo Brayan, Jalan KL Yosudarso ini direkonstruksi polisi,
"Rekonstruksi pembunuhan di Pasar Brayan ini untuk mencocokkan BAP dan keterangan pelaku, sehingga kasusnya dapat segera disidangkan di pengadilan. Ada 22 adegan yang kita rekonstruksi," sebut Kapolsek Medan Barat, Kompol Victor Ziliwu.
Dalam rekonstruksi terungkap peristiwa pembunuhan berawal dari kedatangan Anton ke lapo tuak. Pemuda memiliki kekurangan fisik ini meminta uang kepada Turnip, rekannya lain. Alasannya, dia ingin membeli nasi.
Namun, Turnip mengaku tidak memiliki uang. Anton pun berang. Dia menendang kursi.
Aksi Anton justru memantik emosi Redi tengah minum tuak di sana. Dia menarik kerah temannya itu dan terlibat cekcok mulut.
Redi kemudian mengajak Anton berkelahi. Dia membawa temannya itu ke Gang Kewasan, tak jauh dari lapo tuak. Dalam perkelahian itu, Redi memukul Anton dengan balok. Kepala pemuda itu berdarah.
Anton tak tinggal diam. Dia menghunus sebilah pisau diambil dari tasnya, lalu menusuk tubuh korban. Redi sempat berupaya melarikan sendiri setelah kena tikam. Namun dia terjatuh di pinggir jalan. Anton terus mengejar dan kembali menikamnya.
Warga yang melihat Redi bersimbah darah berusaha membantu. Dia dilarikan klinik terdekat. Namun, klinik tidak sanggup dan merujuknya ke RS Martha Friska. Pria itu meninggal di perjalanan.


0 komentar :
Posting Komentar