Kenakalan remaja meningkat, rumah 'hantu' jadi tempat kongkow


Sumberberita6  Angka kenakalan remaja di Surabaya, Jawa Timur terus mengalami peningkatan. Di Tahun 2016 ini saja, Satpol PP Kota Surabaya menangani 793 kasus. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu, yang hanya 675 kasus.

Dari sejumlah kasus yang ditangani aparat penegak peraturan daerah (Perda) ini, rata-rata para remaja di Kota Pahlawan ini menggunakan rumah kosong di Jalan Darmo sebagai tempat mangkal atau kongkow.

Menurut Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto, sekarang ini, rumah 'hantu' sudah tidak lagi dianggap angker. Sejumlah remaja di Surabaya, justru kerap mendatangi rumah mangkrak sebagai tempat aktivitas yang mengarah pada masalah kenakalan. Bahkan tindak asusila.

Berdasar data Satpol PP, kata Irvan, di sepanjang Tahun 2016 ini, ada 62 remaja yang terjaring razia aparat penegak Perda di rumah 'hantu' yang ada di Jalan Darmo.

"Mayoritas, mereka yang terjaring razia sedang kedapatan pacaran di malam hari. Beberapa di antaranya bahkan dinyatakan positif menggunakan obat-obatan terlarang," terang Irvan,

Irvan mengaku, sangat menyesalkan adanya bangunan mangkrak yang dimanfaatkan para remaja melakukan aktivitas tidak produktif.

"Untuk itu, kami tetap melakukan pengawasan secara random. Sekali operasi, kita bisa mendapati 15-an remaja. Biasanya kalau setelah ada konser musik, mereka berkumpul di situ (rumah mangkrak)," ungkap mantan Kabag Pemerintahan dan Otoda Surabaya itu.

Masih Irvan, dari data Satpol PP, selain menggunakan rumah mangkrak, pelanggaran terbanyak di tahun ini, didominasi remaja-remaja yang kongkow di kafe.

"Jumlahnya mencapai 135 kasus. Mereka yang terjaring razia di kafe, umumnya terjerat masalah minuman keras (miras) dan narkoba," rincinya. 

Kemudian, operasi kenakalan remaja yang digelar Satpol PP, juga menyasar warnet dan warung kopi (warkop). Namun, razia di warnet dan warkop dilakukan saat jam-jam sekolah.

"Remaja yang diciduk di warnet mencapai 50 orang, sedangkan di warkop sekitar 42 remaja. Mereka yang bolos sekolah di warnet, umumnya bermain game online. Ada pula yang minum kopi sambil merokok di warkop," sambung dia.

Selanjutnya, kasus balap liar yang dilakukan para remaja di Kota Pahlawan ini, juga terdata ada delapan kejadian. "Meski begitu, razia kenakalan remaja tetap kita lakukan secara humanis, tanpa tindakan represif."

Oleh karena itu, masih kata Irvan, dalam setiap operasi, pihaknya selalu melibatkan anggota Satpol PP dari kaum hawa, agar pendekatannya bisa dilakukan secara halus. Tujuannya, untuk menjaga psikologis anak.

"Intinya kami ini ingin menyelamatkan masa depan anak-anak Surabaya tanpa melukai mereka, baik dari sisi fisik maupun psikologisnya," urainya.

Razia kenakalan remaja yang dilakukan Satpol PP, juga selalu menggandeng Bapemas KB, dinas sosial, dinas pendidikan dan dinas kesehatan serta Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Prosedurnya, semua remaja yang terjaring razia akan didata. Setelah itu, mereka akan mendapatkan pembinaan. Khusus remaja yang terjaring malam hari, akan dilakukan tes HIV/AIDS dan tes narkoba," katanya lagi.

Bila positif HIV-AIDS, para remaja yang terjaring razia ini akan ditangani Dinkes Surabaya. Kalau positif narkoba, BNN akan mengambil alih proses pendampingan. "Sedangkan untuk kasus bolos sekolah, pihak sekolah dan orangtua akan dipanggil ke kantor Satpol PP," tandas Irvan.

Sementara Kabid Pengembangan Kapasitas Satpol PP Surabaya, Deny C Tupamahu merinci, mulai Januari hingga 22 November 2016 ini, total kenakalan remaja yang dijumpai tim Satpol PP, terdata ada 793 kasus, dengan rincian 597 laki-laki dan 196 perempuan.

"Angka ini mengalami peningkatan jika dibanding Tahun 2015 lalu sebanyak 675 kasus. Namun demikian, kenaikan ini tidak bisa serta-merta disimpulkan, kenakalan remaja di Surabaya meningkat," kata Deny.

Sebab, lanjutnya, pada 2016 ini, Satpol PP melebarkan sayap sasaran razia dan lebih aktif menggelar operasi kenakalan remaja. Utamanya di warkop yang kini sudah menjadi lokasi rutin razia.

"Tahun lalu, warkop belum masuk sasaran utama kami. Tapi, karena jumlahnya ternyata cukup tinggi, maka dari itu, di Tahun 2016 ini kami intensifkan razia di warkop-warkop pada saat jam sekolah," tuntasnya.
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar